.jpeg)
Eling Bening merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Atlas yang telah mengukuhkan namanya sebagai ikon rekreasi di Kabupaten Semarang sejak resmi dibuka pada tahun 2015. Hingga saat ini, kawasan tersebut terus berupaya melakukan pengembangan guna menarik minat wisatawan. Meskipun letaknya terbilang cukup jauh jika diakses dari pusat Kota Semarang, perjalanan menuju ke sana menjadi jauh lebih efisien melalui akses jalan tol, mengingat lokasinya yang berada tak jauh dari pintu keluar tol Bawen.
Tepat hari ini, 4 April 2026, saya berkesempatan untuk berkunjung langsung ke destinasi ini. Untuk aspek biaya, harga tiket masuk dibanderol sebesar Rp35.000,- per orang, dengan biaya tambahan parkir mobil sebesar Rp10.000,-. Perlu dicatat bahwa tarif tersebut berlaku pada hari libur, dan kemungkinan besar akan lebih terjangkau pada hari kerja (weekdays).
Setibanya di lokasi, petugas mengarahkan kendaraan kami ke area parkir di sisi gerbang karena kondisi parkir utama yang sudah sangat padat. Dari sana, kami memanfaatkan fasilitas shuttle gratis yang disediakan oleh pengelola untuk mencapai area utama. Sejujurnya, keberadaan shuttle ini terasa kurang signifikan karena jarak tempuhnya yang sangat dekat, namun tetap menjadi layanan yang memudahkan pengunjung.
Suasana saat memasuki kawasan terasa begitu menyejukkan dengan hembusan angin pegunungan yang asri, meski saat itu matahari tepat berada di puncaknya. Dari sisi fasilitas, Eling Bening sebenarnya sudah dilengkapi dengan sarana yang cukup mumpuni, termasuk ketersediaan hotel dan villa yang memiliki kualitas cukup baik bagi pengunjung yang ingin menginap. Mengingat destinasi ini terus berkembang dari waktu ke waktu, terdapat optimisme besar bahwa pengelola akan terus melakukan perbaikan infrastruktur ke arah yang lebih baik di masa depan.
Satu hal menarik yang saya temukan adalah kualitas konektivitas digital di area ini. Saat berada di lokasi, saya menggunakan provider XL dan secara mengejutkan mendapatkan sinyal 5G yang sangat stabil. Berdasarkan pengujian, kecepatan unduhnya (download speed) mencapai 135 Mbps dengan kecepatan unggah (upload speed) sebesar 17,6 Mbps. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang tetap ingin produktif atau sekadar berbagi momen di media sosial secara real-time.
.jpeg)
Namun, di balik potensi dan keindahan panoramanya, terdapat beberapa catatan kritis mengenai aspek keamanan yang perlu diperhatikan. Meskipun sering dikategorikan sebagai destinasi wisata keluarga, saya merasa kondisi infrastrukturnya saat ini masih cukup riskan. Terdapat banyak tangga yang dibangun tanpa railing (pegangan) serta pagar pembatas yang kurang memadai, sehingga perlu kewaspadaan ekstra jika membawa anak-anak.

Kekhawatiran tersebut muncul saat melihat beberapa area yang berbatasan langsung dengan jurang hanya dibatasi oleh pagar tanaman. Bahkan, terdapat instalasi ayunan yang berada di tepi jurang; meski ada sedikit area tanah di bawahnya, ketiadaan alat pengaman seperti sabuk keselamatan menjadikan wahana tersebut terasa kurang aman.
.jpeg)

Selain itu, konstruksi jembatan dengan pagar pembatas yang pendek serta tangga yang curam di beberapa titik juga memberikan kesan yang menantang bagi pengunjung.

Secara garis besar, Eling Bening menawarkan pemandangan yang sangat asri, namun memang masih memerlukan peningkatan dari sisi perawatan (maintenance) dan detail perencanaan keselamatan. Dengan proses pembangunan yang terus berjalan, saya berharap aspek keamanan ini menjadi prioritas dalam rencana pengembangan berikutnya agar destinasi ini menjadi lebih ramah keluarga. Terlepas dari itu, pengawasan penuh dari orang tua tetap menjadi hal yang utama saat berkunjung ke destinasi wisata mana pun.